Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts
Thursday, 28 September 2017
Hebat Teknologi VR dan AR Asal Bandung Indonesia Mendunia
Hebat Teknologi VR dan AR Asal Bandung Indonesia Mendunia
RUMOHPONSEL.COM - Cara Flashing Panasonic T40 Via Flashtool, Memperbaki sistem android yang gagal Rom kebentuk semula atau ke bentuk system normal, Gangguan memang sulit di pecahkan dikarenakan kerusakan sebuah sistem operasi smartphone Android yang terjadi bukan factor di sengaja melainkan kendala dan kerusakan firmware bawaan system. Adapun gejala yang terjadi seperti ponsel gagal booting, mati total atau ponsel bootloop, padam, hardbrick, sering reset pabrik, masuk virus dan gangguan sistem software lainya. Berikut ini bahan dan tutorial cara flash yang saya post semoga dapat bermanfaat.

Berikut Bahan � Bahan nya.
- [Download] Firmware Panasonic T40
- [Download] Driver USB MTK
- [Download] Driver USB MT65xx
- [Download] Driver VCOM
- [Download] SP Flashtool
Notes : Sebelum anda Flashing di lakukan maka anda perlu menyiapkan bahan Flashing sepeti PC/Komputer, Kabel USB 2.0 atau 3.0, Windown XP,7,8,10 pada PC, Baterai ponsel anda minimal 50% saja sudah cukup.
Tutorial Flashing Firmware Ponsel Panasonic T40 :
1. Download dan Install android drivernya.
2. Download stock rom firmware LG sesuai tipe Ponsel.
3. Download dan extrack bahan yang dibutuhkan yang diatas.
4. Setelah Terbuka FLASHTOOL di dalam folder flashtool.
5. Klik pada �Scatter-Loading� dan pilih � MT65XX_Android_Scatter.txt� di dalam folder.
6. Klik�Download/Firmware upgrade�.
7. Jika keluar tulisan seperti ini �Download Warning�abaikan saja lalu klik �Yes�.
8. Sambungkan Ponsel anda ke komputer/PC Dalam keadaan mati sambil menekan Tombol Volume Down/Volume UP.
9. Tunggu perangkat komputer mengenali smartphone anda.
10. Jika Keluar tulisan �PMT changed for the ROM,it must be download� berati anda harus menformat dulu ponsel anda terlebih dahulu di menu format padda flashtool. Pilih �Auto Format Flash dan Format whole Flash except Bootloader� lalu Klik/OK.
11. Tunggu hingga selesai 100% dengan di tandai lingkaran hijau.
12. Cabut USB.
13. Selesai
Demikian Tutorial dari RUMOH PONSEL Semoga dapat bermanfaat untuk semua orang yang gagal sistem android di ponselnya. Beri komentar yang baik dan sopan agar Admin menanggapi komentar anda.
download file now
Saturday, 23 September 2017
Selamat Datang di Indonesia BlackBerry!
Selamat Datang di Indonesia BlackBerry!

Jika kamu pernah punya dan mungkin banyak cerita bersama ponsel pintar BlackBerry, kamu sungguh beruntung menjadi bagian dari sejarah itu. Karena, brand asal Kanada itu resmi meninggalkan bisnis ponselnya.
Ya, merek ponsel yang sempat meledak di dunia era 2008-2012 itu kini tinggal kenangan.
Melalui keterangan pers dari kantor pusat BlackBerry di Waterloo, Kanada, Rabu (28/9) waktu setempat, perusahaan mengumumkan lisensi produk perangkat kerasnya kini telah berpindah tangan ke pengusaha Indonesia, tepatnya PT BB Merah Putih.
PT BB Merah Putih merupakan perusahaan patungan dengan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk, yang merupakan afiliasi dari perusahaan telekomunikasi milik negara PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom).
Sementara CEO BlackBerry John Chen yakin bahwa langkah perusahaan sudah tepat dengan meninggalkan bisnis perangkat.
�Kami telah memutuskan untuk menghentikan semua pengembangan peranti keras handset,� kata CEO BlackBerry John Chen. �Kami percaya bahwa ini adalah jalan terbaik untuk mendorong profitabilitas dalam bisnis perangkat.�
Dengan langkah ini, BlackBerry telah mengikuti jejak sejumlah perusahaan teknologi lainnya, terutama Nokia, yang telah berubah menjadi bisnis software.
Namun, analis menekankan, sekarang Chen harus menunjukkan bahwa dia tetap bisa menghasilkan pendapatan di luar bisnis perangkat dan berhasil memelihara pertumbuhan perusahaan.
Sumber : Arah.com
download file now
Labels:
blackberry,
datang,
di,
indonesia,
selamat
Wednesday, 20 September 2017
Download Bahasa Indonesia Injector blackberry
Download Bahasa Indonesia Injector blackberry
Sama seperti SP Flashtool umunya,tool ini berfungsi untuk memperbaiki smartphone yang bermasalah dengan software,tapi ada yang baru di tool ini yaitu IMEI option yang berguna untuk memperbaiki imei.
Scren Shoot MTK Flasher

Yang mau coba silahkan langsung download di bawah
- MTK FLASHER Download
-Thanks To Shahzeb Khan Awan
=======================================================
Terimakasih sudah berkunjung
========================================================
Perhatikan : Klo agan kurang jelas pm atau comment ja ea....malu bertanya banyakan sesat gan...eDu Cellsto be continue.............
download file now
Labels:
bahasa,
blackberry,
download,
indonesia,
injector
Wednesday, 13 September 2017
Cara Flash Samsung GT i9070 Bahasa Indonesia BI 100 tested
Cara Flash Samsung GT i9070 Bahasa Indonesia BI 100 tested





WWE 12 Game Recommended System Requirements:
WWE 12 Processor: 1.8 GHz
WWE 12 RAM: 512: MB
WWE 12 Graphics: 64 MB
WWE 12 Mouse And Keyboard
WWE 12 Processor: 1.8 GHz
WWE 12 RAM: 512: MB
WWE 12 Graphics: 64 MB
WWE 12 Mouse And Keyboard

Password====www.csloverspro.com

PART 1
PART 2
PART 3
PART4
PART 5
PART 6
FIST ALL FILE DOWNLOAD
AND



download file now
Sejarah Indonesia
Sejarah Indonesia
Masa penjajahan Indonesia tidak langsung dimulai ketika orang-orang Belanda pertama kali menginjakkan kaki di Nusantara pada akhir abad ke-16. Sebaliknya, proses penjajahan oleh Belanda merupakan proses ekspansi politik yang lambat, bertahap dan berlangsung selama beberapa abad sebelum mencapai batas-batas wilayah Indonesia seperti yang ada sekarang.
Selama abad ke-18, Vereenigde Oost-Indische Compagnie (disingkat VOC) memantapkan dirinya sebagai kekuatan ekonomi dan politik di pulau Jawa setelah runtuhnya Kesultanan Mataram. Perusahaan dagang Belanda ini telah menjadi kekuatan utama di perdagangan Asia sejak awal 1600-an, tetapi pada abad ke-18 mulai mengembangkan minat untuk campur tangan dalam politik pribumi di pulau Jawa demi meningkatkan kekuasaan mereka pada ekonomi lokal. Namun korupsi, manajemen yang buruk dan persaingan ketat dari Inggris (East India Company) mengakibatkan runtuhnya VOC menjelang akhir abad ke-18. Pada tahun 1796, VOC akhirnya bangkrut dan kemudian dinasionalisasi oleh pemerintah Belanda. Akibatnya, harta dan milik VOC di Nusantara jatuh ke tangan mahkota Belanda pada tahun 1800. Namun, ketika Perancis menduduki Belanda antara tahun 1806 dan 1815, harta tersebut dipindahkan ke tangan Inggris. Setelah kekalahan Napoleon di Waterloo diputuskan bahwa sebagian besar wilayah Nusantara kembali ke tangan Belanda.

Arsitek Pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia
Dua nama menonjol sebagai arsitek Pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia. Pertama, Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal 1808-1811 ketika Belanda dikuasai oleh Perancis dan, kedua, Letnan Inggris Stamford Raffles, Gubernur Jenderal 1811-1816 ketika Jawa dikuasai Inggris. Daendels mereorganisasi pemerintahan kolonial pusat dan daerah dengan membagi pulau Jawa dalam distrik (yang juga dikenal sebagai residensi) yang dipimpin oleh seorang pegawai negeri sipil Eropa - yang disebutkan residen - yang secara langsung merupakan bawahan dari - dan harus melapor kepada - Gubernur Jenderal di Batavia. Para residen ini bertanggung jawab atas berbagai hal di residensi mereka, termasuk masalah hukum dan organisasi pertanian. Raffles melanjutkan reorganisasi pendahulunya dengan mereformasi pengadilan, polisi dan sistem administrasi di Jawa. Dia memperkenalkan pajak tanah di Jawa yang berarti bahwa petani Jawa harus membayar pajak, kira-kira nilai dua-perlima dari panen tahunan mereka, kepada pihak berwenang. Raffles juga sangat tertarik dengan budaya dan bahasa Jawa. Pada tahun 1817 ia menerbitkan bukunya The History of Java, salah satu karya akademis pertama yang topiknya pulau Jawa. Namun, reorganisasi administrasinya yang diterapkan Raffles juga berarti meningkatnya intervensi pihak asing di masyarakat dan ekonomi Jawa, yang tercermin dari meningkatnya jumlah pejabat peringkat menengah Eropa yang bekerja di residensi-residensi di pulau Jawa. Antara tahun 1825 dan tahun 1890 jumlah ini meningkat dari 73 menjadi 190 pejabat Eropa.
Sistem pemerintahan kolonial Belanda di Jawa adalah sistem yang direk (langsung) maupun dualistik. Bersamaan dengan hirarki Belanda, ada hirarki pribumi yang berfungsi sebagai perantara antara petani Jawa dan layanan sipil Eropa. Bagian atas struktur hirarki pribumi ini terdiri dari aristokrasi Jawa, sebelumnya para pejabat yang mengelola pemerintahan Mataram. Namun, karena dikuasai penjajah para priyayi ini terpaksa melaksanakan kehendak Belanda.
Meningkatnya dominasi Belanda atas pulau Jawa tidak datang tanpa perlawanan. Ketika Pemerintah Kolonial Belanda memutuskan untuk membangun jalan di tanah yang dimiliki Pangeran Diponegoro (yang ditunjuk sebagai wali tahta Yogyakarta setelah kematian mendadak saudara tirinya), ia memberontak dengan didukung oleh mayoritas penduduk di Jawa Tengah dan menjadikannya perang jihad. Perang ini berlangsung tahun 1825-1830 dan mengakibatkan kematian sekitar 215,000 orang, sebagian besar orang Jawa. Tapi setelah Perang Jawa selesai - dan pangeran Diponegoro ditangkap - Belanda jauh lebih kuat di Jawa dibanding sebelumnya.
Tanam Paksa atau Sistem Kultivasi di Jawa
Persaingan dengan para pedagang Inggris, Perang Napoleon di Eropa dan Perang Jawa mengakibatkan beban finansial yang besar bagi keuangan Kerajaan Belanda. Diputuskan bahwa Jawa harus menjadi sebuah sumber utama pendapatan untuk Belanda dan karena itu Gubernur Jenderal Van den Bosch mendorong dimulainya era Tanam Paksa (para sejarawan di Indonesia mencatat periode ini sebagai era Tanam Paksa namun Pemerintah Kolonial Belanda menyebutnya Cultuurstelsel yang berarti Sistem Kultivasi) di tahun 1830. Dengan sistem ini, Belanda memonopoli perdagangan komoditi-komoditi ekspor di Jawa. Terlebih lagi, pihak Belanda lah yang memutuskan jenis (dan jumlah) komoditi yang harus diproduksi oleh para petani Jawa. Secara umum, ini berarti para petani Jawa harus menyerahkan seperlima dari hasil panen mereka kepada Belanda. Sebagai gantinya, para petani menerima kompensasi dalam bentuk uang dengan harga yang sudah ditentukan Belanda tanpa memperhitungkan harga komoditi di pasaran dunia. Para pejabat Belanda dan Jawa menerima bonus bila residensi mereka mengirimkan lebih banyak hasil panen dari waktu-waktu sebelumnya, dan karena itu mendorong intervensi top-down dan penindasan. Selain pemaksaan penanaman dan kerja rodi, pajak tanah Raffles juga masih berlaku. Sistem Tanam Paksa menghasilkan kesuksesan keuangan. Antara 1832 dan 1852, sekitar 19% dari total pendapatan pemerintah Belanda berasal dari koloni Jawa. Antara 1860 ke 1866, angka ini bertambah menjadi 33%.
Pada awalnya, Sistem Tanam Paksa tidak didominasi hanya oleh pemerintah Belanda saja. Para pemegang kekuasaan Jawa, pihak Eropa swasta dan juga para pengusaha Tionghoa bergabung di dalamnya. Namun, setelah 1850 - waktu Sistem Tanam Paksa direorganisasi - Pemerintah Kolonial Belanda menjadi pemain utama. Namun reorganisasi ini juga membuka pintu bagi pihak-pihak swasta untuk mulai mendominasi Jawa. Sebuah proses privatisasi terjadi ketika Pemerintah Kolonial secara bertahap mengalihkan produksi komoditi ekspor kepada para pengusaha Eropa.
Zaman Liberal Hindia Belanda
Semakin banyak suara-suara terdengar di Belanda yang menolak Sistem Tanam Paksa dan mendorong sebuah pendekatan yang lebih liberal bagi perusahaan-perusahaan asing. Penolakan Sistem Tanam Paksa ini terjadi karena alasan-alasan kemanusiaan dan ekonomi. Pada 1870 kelompok liberal di Belanda memenangkan kekuasaan di parlemen Belanda dan sukses menghilangkan beberapa karakteristik Sistem Tanam Paksa, seperti persentase penanaman dan keharusan menggunakan lahan dan tenaga kerja untuk mengekspor hasil panen. Kelompok liberal ini membuka jalan untuk dimulainya sebuah periode baru dalam sejarah Indonesia dikenal sebagai Zaman Liberal (sekitar 1870-1900). Periode ini ditandai dengan pengaruh besar dari kapitalisme swasta dalam kebijakan kolonial di Hindia Belanda. Pemerintah Kolonial pada saat itu kurang lebih memainkan peran sebagai pengawas dalam hubungan antara pengusaha-pengusaha Eropa dengan masyarakat pedesaan Jawa. Namun - walaupun kaum liberal mengatakan bahwa keuntungan pertumbuhan ekonomi juga akan mengucur kepada masyarakat lokal - keadaan para petani Jawa yang menderita karena kelaparan, kurang pangan dan penyakit tidak lebih baik dibandingkan masa Tanam Paksa.
Abad ke-19 juga dikenal sebagai abad ketika Belanda melaksanakan ekspansi geografis yang substantial di Nusantara. Didorong oleh mentalisme imperialisme baru, negara-negara Eropa bersaing untuk mencari koloni-koloni di luar benua Eropa untuk motif ekonomi dan status. Salah satu motif penting bagi Benda untuk memperluas wilayah di Nusantara - selain keuntungan keuangan - adalah untuk mencegah negara-negara Eropa lain mengambil bagian-bagian dari wilayah ini. Pertempuran paling terkenal dan lama selama periode ekspansi Belanda adalah Perang Aceh yang dimulai di tahun 1873 dan berlangsung sampai 1913, berakibat pada kematian lebih dari 100,000 orang. Namun, Belanda tidak pernah memegang kontrol penuh atas Aceh. Integrasi politik antara Jawa dan pulau-pulau lain di nusantara sebagai kesatuan politis kolonial telah sebagian besar dicapai pada awal abad ke-20.
Politik Etis dan Nasionalisme Indonesia
Ketika perbatasan Hindia Belanda mulai mengambil bentuk menjadi Indonesia saat ini, Ratu Belanda Wilhelmina membuat pengumuman pada pidato tahunannya di 1901 bahwa kebijakan baru, Politik Etis, akan diterapkan. Politik Etis (mengakui bahwa Belanda memiliki hutang budi kepada orang nusantara) bertujuan untuk meningkatkan standar kehidupan penduduk asli. Cara untuk mencapai tujuan ini adalah melalui intervensi negara secara langsung dalam kehidupan (ekonomi), dipromosikan dengan slogan irigasi, pendidikan dan emigrasi. Namun, pendekatan baru ini tidak membuktikan kesuksesan yang signifikan dalam meningkatkan standar kehidupan penduduk asli.
Politik Etis menyebabkan efek samping yang besar. Komponen pendidikan berkontribusi signifikan pada kebangkitan nasionalisme Indonesia dengan menyediakan alat-alat intelektual bagi masyarakat Indonesia untuk mengorganisir dan menyampaikan keberatan-keberatan mereka terhadap Pemerintah Kolonial. Politik Etis memberikan kesempatan, untuk sebagian kecil kaum elit Indonesia, untuk memahami ide-ide politik Barat mengenai kebebasan dan demokrasi. Untuk pertama kalinya orang-orang pribumi mulai mengembangkan kesadaran nasional sebagai orang Indonesia.
Pada 1908, para pelajar di Batavia mendirikan asosiasi Budi Utomo, kelompok politis pribumi yang pertama. Peristiwa ini dianggap sebagai saat kelahiran nasionalisme Indonesia. Hal ini memulai tradisi politik kerja sama antara elit muda Indonesia dan para pejabat pemerintahan Belanda yang diharapkan untuk membantu wilayah Hindia Barat mencapai kemerdekaan yang terbatas. Bab selanjutnya dalam kebangkitan nasionalisme Indonesia adalah pendirian partai politik pertama berbasis masa, Sarekat Islam di 1911. Pada awalnya, organisasi ini didirikan untuk mendukung para pengusaha asli untuk melawan para pengusaha Tionghoa yang mendominasi ekonomi lokal namum kemudian mengembangkan fokusnya dan mengembangkan kedasaran politik populer dengan tendensi subversif. Gerakan-gerakan penting lainnya yang menyebabkan terbukanya pemikiran politik pribumi adalah Muhammadiyah, gerakan reformis sosio-religius Islam yang didirikan di tahun 1912 dan Asosiasi Sosial Demokrat Hindia, gerakan komunis yang didirikan tahun 1914 yang menyebarkan ide-ide Marxisme di Hindia Belanda. Perpecahan internal di gerakan ini kemudian mendorong pendirian Partai Komunis Indonesia (PKI) di tahun 1920.
Pada awalnya, Pemerintah Kolonial Belanda mengizinkan pendirian gerakan-gerakan politik lokal namun ketika ideologi Indonesia diradikalisasi di tahun 1920an (seperti yang tampak dalam pemberontakan-pemberontakan komunis di Jawa Barat dan Sumatra Barat di tahun 1926 dan 1927) Pemerintah Belanda mengubah tindakannya. Sebuah rezim yang relatif toleran digantikan dengan rezim represif yang menekan semua tindakan yang diduga subversif. Rezim represif ini hanya memperparah keadaan dengan meradikalisasi seluruh gerakan nasionalis Indonesia. Sebagian dari para nasionalis ini mendirikan Partai Nasionalis Indonesia (PNI) di tahun 1927 sebagai sebuah reaksi pada rezim yang represif. Tujuannya adalah mencapai kemerdekaan penuh untuk Indonesia.
Peristiwa penting lainnya bagi nasionalisme Indonesia adalah Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Pada kongres yang dihadiri organisasi-organisasi pemuda ini, tiga idealisme diproklamasikan, menyatakan diri memiliki satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Tujuan utama dari kongres ini adalah mendorong persatuan antara kaum muda Indonesia. Di dalam kongres ini lagu yang kemudian menjadi lagu kebangsaan nasional (Indonesia Raya) dikumandangkan dan bendera nasional di masa kemerdekaan (merah-putih) dikibarkan untuk pertama kalinya. Pemerintah Kolonial Belanda bertindak dengan melakukan aksi-aksi penekanan. Para pemimpin nasionalis muda, seperti Sukarno (yang menjadi presiden pertama Indonesia di tahun 1945) dan Mohammad Hatta (wakil presiden Indonesia yang pertama) ditangkap dan diasingkan.
Invasi Jepang ke Hindia Belanda
Pihak Belanda cukup kuat untuk mencegah nasionalisme Indonesia dengan cara menangkap para pemimpinnya dan menekan organisasi-organisasi nasionalis namun mereka tidak pernah bisa menghapuskan sentimen nasionalisme. Orang-orang Indonesia, di sisi lain, tidak memiliki kekuatan untuk bersaing dengan para pemimpin kolonialis dan karenanya membutuhkan bantuan-bantan dari luar untuk menghancurkan sistem kolonial. Di Maret 1942, orang-orang Jepang, dibakar semangatnya oleh keinginan akan minyak, menyediakan bantuan tersebut dengan menguasai Hindia Belanda. Walaupun pada awalnya disambut sebagai pembebas oleh penduduk Indonesia, mereka segera mengalami kesengsaraan di bawah penjajahan Jepang: kekurangan makanan, pakaian dan obat dan juga kerja paksa di bawah kondisi yang menyiksa. Kurangnya makanan terjadi terutama disebabkan karena administrasi yang tidak kompeten, mengubah Jawa menjadi sebuah pulau penuh kelaparan. Orang-orang Indonesia bekerja sebagai buruh paksa (disebut romusha) ditempatkan untuk bekerja dalam proyek-proyek yang membutuhkan banyak tenaga kerja di Jawa.
Ketika Jepang mengambil alih para pejabat Belanda ditempatkan dalam kamp-kamp tawanan dan digantikan oleh orang-orang Indonesia untuk mengerjakan tugas-tugas kepemerintahan. Orang-orang Jepang mendidik, melatih dan mempersenjatai banyak kaum muda Indonesia dan memberikan suara politik kepada para pemimpin nasionalis. Ini memampukan para pemimpin nasionalis untuk mempersiapkan masa depan bangsa Indonesia yang merdeka. Pada bulan-bulan terakhir sebelum penyerahan diri Jepang, yang secara efektif mengakhiri Perang Dunia II, pihak Jepang memberikan dukungan penuh pada gerakan nasionalis Indonesia. Hancurnya kekuasaan politik, ekonomi, dan sosial Pemerintah Kolonial Belanda melahirkan sebuah era baru. Pada 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, dua hari setelah penjatuhan bom atom di Nagasaki.Terkait : Fakta Republik Indonesia
download file now
Sunday, 10 September 2017
Bikin Windows XP Anda Menjadi Bahasa Indonesia
Bikin Windows XP Anda Menjadi Bahasa Indonesia
Windows XP Versi Bahasa Indonesia - Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang tentunya kita sebagai pengguna OS Windows tentunya sudah tidak asing lagi menemukan kata atau kalimat berbahasa inggris di PC atau Laptop.
Bagi anda yang merasa bingung atau tidak mengerti karena windows yang dimiliki berbahasa inggris jika terjadi kesalahan error pada Sistem Operasi Windows.
Sekarang anda dapat mengganti bahasa Inggris yang berada di komputer dengan bahasa indonesia yang tentunya dapat membantu anda atau teman, saudara, anak untuk mempermudah menjalankan komputer jika anda menggunakan sistem operasi windows.
Berikut cara merubah bahasa pada windows XP supaya bahasa Indonesia:
1. Setelah anda download software paket antar muka bahasa indonesia kemudian anda jalankan/install

1. Setelah anda download software paket antar muka bahasa indonesia kemudian anda jalankan/install
2. Beri tanda ceklis pada �saya menyutujui perjanjian lisensi� kemudian klik tombol selanjutnya



3. Klik tombol berikutnya
4. Tekan tombol �Install�
5. Paket antarmuka bahasa windows berhasil diinstal kemudian anda klik OK

6. Sekarang anda harus restart PC anda dan Klik YA

Credit:
imam77.blogspot
mastergomaster
B.R
Patrick Carter
6. Sekarang anda harus restart PC anda dan Klik YA
7. Tampilan awal pada XP yang sudah berbahasa Indonesia
8. Selamat windows XP anda sudah ganti bahasa indonesia (klik gambar untuk lebih jelas)
Download Windows Xp Versi Bahasa Indonesia
imam77.blogspot
mastergomaster
B.R
Patrick Carter
download file now
6 Startup Indonesia Ikuti Google Launchpad Accelerator 2017
6 Startup Indonesia Ikuti Google Launchpad Accelerator 2017
RUMOHPONSEL.COM - Cara Flashing LG P525Via Flashtool, Memperbaki sistem android yang gagal Rom kebentuk semula atau ke bentuk system normal, Gangguan memang sulit di pecahkan dikarenakan kerusakan sebuah sistem operasi smartphone Android yang terjadi bukan factor di sengaja melainkan kendala dan kerusakan firmware bawaan system. Adapun gejala yang terjadi seperti ponsel gagal booting, mati total atau ponsel bootloop, padam, hardbrick, sering reset pabrik, masuk virus dan gangguan sistem software lainya. Berikut ini bahan dan tutorial cara flash yang saya post semoga dapat bermanfaat.
Berikut Bahan � Bahan nya.
- [Download] Firmware LG P525
- [Download] LG FLASHTOOL
- [Download] LG UNITED MOBILE DRIVER
- [Download] VCREDIST��-X32 BT
- [Download] VCREDIST-X64 BT
Notes : Sebelum anda Flashing di lakukan maka anda perlu menyiapkan bahan Flashing sepeti PC/Komputer, Kabel USB 2.0 atau 3.0, Windown XP,7,8,10 pada PC, Baterai ponsel anda minimal 50% saja sudah cukup.
Tutorial Flashing Firmware Ponsel LG P525 :
1. Download dan Install android drivernya.
2. Download stock rom firmware LG sesuai tipe Ponsel.
3. Download dan extrack ResearchDownload hingga menemukan file exe Dan Jalankan programnya.
4. Setelah Terbuka LG FLASHTOOL
5. Sambungkan Ponsel anda ke komputer/PC
6. Tunggu perangkat komputer mengenali smartphone anda.
7. Setelah perangkat di kenali/ditemukan oleh komputer/PC, pilih CSE Flash bila anda ingin melakukan downgrade atau update lg ke setelan pabrik.
8. Setelah itu klik start downloading untuk mememulai melakukan flashing pada android anda.
9. Proses flashing akan berjalan lebih kurang sampai 10 menit selesai
10. Setelah selesai smartphone anda akan melakukan restart, dan akan muncul tulisan hijau previous passed.
11. Selesai
Demikian Tutorial dari RUMOH PONSEL Semoga dapat bermanfaat untuk semua orang yang gagal sistem android di ponselnya. Beri komentar yang baik dan sopan agar Admin menanggapi komentar anda.
download file now
Wednesday, 6 September 2017
Jika Saat itu Presidennya Bukan Gus Dur Indonesia Hancur Ini alasannya !!
Jika Saat itu Presidennya Bukan Gus Dur Indonesia Hancur Ini alasannya !!

Gusdurfiles ~ Di akhir tahun 1998 Gus Dur rawuh (datang) di Wonosobo. Saat itu sedang ramainya era reformasi, beberapa bulan setelah Pak Harto jatuh. Dan ini terjadi beberapa bulan sebelum Gus Dur menjadi orang nomer satu di Negeri ini. Beliau masih menjabat sebagai Ketua PBNU.
Bertempat di Gedung PCNU Wonosobo, Gus Dur mengadakan pertemuan dengan pengurus NU dari Wonosobo, Banjarnegara, Pubalingga, Kebumen, Temanggung dan Magelang. Tentu saja semua kiai ingin tahu pendapat Gus Dur tentang situasi politik terbaru. Penulis hadir di situ walaupun bukan kiai, dan duduk persis di depan Gus Dur. Penulis lah yang menuntun Gus Dur menaiki Lantai 2 PCNU Wonosobo.
�Pripun Gus situasi politik terbaru?� tanya seorang kiai.
�Orde Baru tumbang, tapi Negeri ini sakit keras.� kata Gus Dur.
�Kok bisa Gus?�
�Ya bisa, wong yang menumbangkan Orde Baru pakainya emosi dan ambisi tanpa perencanaan yang jelas. Setelah tumbang mereka bingung mau apa, sehingga arah reformasi gak genah. Bahkan Negeri ini di ambang kehancuran, di ambang perang saudara. Arah politik Negeri ini sedang menggiring Negeri ini ke pinggir jurang kehancuran dan separatisme. Lihat saja, baru berapa bulan Orde Reformasi berjalan, kita sudah kehilangan propinsi ke-27 kita, yaitu Timor Timur.� kata Gus Dur.
Kiai tersebut sebagaimana biasa, kalau belum mulai bicara. Pak Habibi, kita semua akan merasa kasihan dengan sikap Gus Dur yang datar dan seperti capek sekali dan seperti aras-arasen bicara. Tapi kalau sudah mulai, luar biasa memikat dan ruangan jadi sepi kayak kuburan, tak ada bunyi apapun selain pangendikan Gus Dur.
Seorang kiai penasaran dengan calon presiden devinitif pengganti Pak Habibi yang hanya menjabat sementara sampai sidang MPR. Ia bertanya: �Gus, terus siapa yang paling pas jadi Presiden nanti Gus?�
�Ya saya, hehehe�� kata Gus Dur datar.
Semua orang kaget dan menyangka Gus Dur guyon seperti biasanya yang memang suka guyon.
�Yang bisa jadi presiden di masa seperti ini ya hanya saya kalau Indonesia gak pingin hancur. Dan saya sudah dikabari kalau-kalau saya mau jadi presidan walau sebentar hehehe...� kata Gus Dur mantab.
�Siapa yang ngabari dan yang nyuruh Gus?� tanya seorang kiai.
�Gak usah tahu. Orang NU tugasnya yakin saja bahwa nanti presidennya pasti dari NU,� kata Gus Dur masih datar seperti guyon.
Orang yang hadir di ruangan itu bingung antara yakin dan tidak yakin mengingat kondisi fisik Gus Dur yang demikian. Ditambah lagi masih ada stok orang yang secara fisik lebih sehat dan berambisi jadi presiden, yaitu Amin Rais dan Megawati. Tapi tidak ada yang berani mengejar pertanyaan tentang presiden RI.
Kemudian Gus Dur menyambung: �Indonesia dalam masa menuju kehancuran. Separatisme sangat membahayakan. Bukan separatismenya yang membahayakan, tapi yang memback up di belakangnya. Negara-negara Barat ingin Indonesia hancur menjadi Indonesia Serikat, maka mereka melatih para pemberontak, membiayai untuk kemudian meminta merdeka seperti Timor Timur yang dimotori Australia.�
Sejenak sang Kiai tertegun. Dan sambil membenarkan letak kacamatanya ia melanjutkan: �Tidak ada orang kita yang sadar bahaya ini. Mereka hanya pada ingin menguasai Negeri ini saja tanpa perduli apakah Negeri ini cerai-berai atau tidak. Maka saya harus jadi presiden, agar bisa memutus mata rantai konspirasi pecah-belah Indonesia. Saya tahu betul mata rantai konspirasi itu. RMS dibantu berapa Negara, Irian Barat siapa yang back up, GAM siapa yang ngojok-ojoki, dan saya dengar beberapa propinsi sudah siap mengajukan memorandum. Ini sangat berbahaya.�
Kemudiaan ia menarik nafas panjang dan melanjutkan: �Saya mau jadi presiden. Tetapi peran saya bukan sebagai pemadam api. Saya akan jadi pencegah kebakaran dan bukan pemadam kebakaran. Kalau saya jadi pemadam setelah api membakar Negeri ini, maka pasti sudah banyak korban. Akan makin sulit. Tapi kalau jadi pencegah kebakaran, hampir pasti gak akan ada orang yang menghargainya. Maka, mungkin kalaupun jadi presiden saya gak akan lama, karena mereka akan salah memahami langakah saya.�
Seakan mengerti raut wajah bingung para kiai yang menyimak, Gus Dur pun kembali selorohkan pemikirannya. �Jelasnya begini, tak kasih gambaran,� kata Gus Dur menegaskan setelah melihat semua hadirin tidak mudeng dan agak bingung dengan tamsil Gus Dur.
�Begini, suara langit mengatakan bahwa sebuah rumah akan terbakar. Ada dua pilihan, kalau mau jadi pahlawan maka biarkan rumah ini terbakar dulu lalu datang membawa pemadam. Maka semua orang akan menganggap kita pahlawan. Tapi sayang sudah terlanjur gosong dan mungkin banyak yang mati, juga rumahnya sudah jadi jelek. Kita jadi pahlawan pemyelamat yang dielu-elukan.�
Kemudian lanjutnya: �Kedua, preventif. Suara langit sama, rumah itu mau terbakar. Penyebabnya tentu saja api. Ndilalah jam sekian akan ada orang naruh jerigen bensin di sebuah tempat. Ndilalah angin membawa sampah dan ranggas ke tempat itu. Ndilallah pada jam tertentu akan ada orang lewat situ. Ndilalah dia rokoknya habis pas dekat rumah itu. Ndilalalah dia tangan kanannya yang lega. Terus membuang puntung rokok ke arah kanan dimana ada tumpukan sampah kering.�
Lalu ia sedikit memajukan duduknya, sambil menukas: �Lalu ceritanya kalau dirangkai jadi begini; ada orang lewat dekat rumah, lalu membuang puntung rokok, puntung rokok kena angin sehingga menyalakan sampah kering, api di sampah kering membesar lalu menyambar jerigen bensin yang baru tadi ditaruh di situ dan terbakarlah rumah itu.�
�Suara langit ini hampir bisa dibilang pasti, tapi semua ada sebab-musabab. Kalau sebab di cegah maka musabab tidak akan terjadi. Kalau seseorang melihat rumah terbakar lalu ambil ember dan air lalu disiram sehingga tidak meluas maka dia akan jadi pahlawan. Tapi kalau seorang yang waskito, yang tahu akan sebab-musabab, dia akan menghadang orang yang mau menaruh jerigen bensin, atau menghadang orang yang merokok agar tidak lewat situ, atau gak buang puntung rokok di situ sehingga sababun kebakaran tidak terjadi.�
Sejenak semua jamaah mangguk-mangguk. Kemudian Gus Dur melanjutkan: �Tapi nanti yang terjadi adalah, orang yang membawa jerigen akan marah ketika kita cegah dia naruh jerigen bensin di situ: �Apa urusan kamu, ini rumahku, bebas dong aku naruh di mana?� Pasti itu yang akan dikatakan orang itu.�
�Lalu misal ia memilih menghadang orang yang mau buang puntung rokok agar gak usah lewat situ, Kita bilang: �Mas, tolong jangan lewat sini dan jangan merokok. Karena nanti Panjenengan akan menjadi penyebab kebakaran rumah itu.� Apa kata dia: �Dasar orang gila, apa hubungannya aku merokok dengan rumah terbakar? Lagian mana rumah terbakar?! Ada-ada saja orang gila ini. Minggir! saya mau lewat.�
Kini makin jelas arah pembicaraannya dan semua yang hadir makin khusyuk menyimak. �Nah, ini peran yang harus diambil NU saat ini. Suara langit sudah jelas, Negeri ini atau rumah ini akan terbakar dan harus dicegah penyebabnya. Tapi resikonya kita tidak akan popular, tapi rumah itu selamat. Tak ada selain NU yang berpikir ke sana. Mereka lebih memilih: �Biar saja rumah terbakar asal aku jadi penguasanya, biar rumah besar itu tinggal sedikit asal nanti aku jadi pahlawan maka masyarakat akan memilihku jadi presiden.�
�Poro Kiai ingkang kinormatan.� kata Gus Dur kemudian. �Kita yang akan jadi presiden, itu kata suara langit. Kita gak usah mikir bagaimana caranya. Percaya saja, titik. Dan tugas kita adalah mencegah orang buang puntung rokok dan mencegah orang yang kan menaruh bensin. Padahal itu banyak sekali dan ada di banyak negara. Dan pekerjaan itu secara dzahir sangat tidak popular, seperti ndingini kerso. Tapi harus kita ambil. Waktu yang singkat dalam masa itu nanti, kita gak akan ngurusi dalam Negeri.�
�Kita harus memutus mata rantai pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka di Swiss, kita harus temui Hasan Tiro. Tak cukup Hasan Tiro, presiden dan pimpinan-pimpinan negara yang simpati padanya harus didekati. Butuh waktu lama,� lanjut Gus Dur.
�Belum lagi separatis RMS (Republik Maluku Sarani) yang bermarkas di Belanda, harus ada loby ke negara itu agar tak mendukung RMS. Juga negara lain yang punya kepentingan di Maluku,� kata Gus Dur kemudian.
�Juga separatis Irian Barat Papua Merdeka, yang saya tahu binaan Amerika. Saya tahu anggota senat yang jadi penyokong Papua Merdeka, mereka membiayai gerakan separatis itu. Asal tahu saja, yang menyerang warga Amerika dan Australia di sana adalah desain mereka sendiri.�
Kemudian Gus Dur menarik nafas berat, sebelum melanjutkan perkataan berikutnya. �Ini yang paling sulit, karena pusatnya di Israel. Maka, selain Amerika saya harus masuk Israel juga. Padahal waktu saya sangat singkat. Jadi mohon para kiai dan santri banyak istighatsah nanti agar tugas kita ini bisa tercapai. Jangan tangisi apapun yang terjadi nanti, karena kita memilih jadi pencegah yang tidak populer. Yang dalam Negeri akan diantemi sana-sini.�
Sekonyong beliau berdiri, lalu menegaskan perkataan terakhirnya: �NKRI bagi NU adalah Harga Mati!�
�Saya harus pamit karena saya ditunggu pertemuan dengan para pendeta di Jakarta, untuk membicarakan masa depan negara ini. Wasalamu�alaikum warahmatullahi wabarakatuh...� tutup Gus Dur.
Tanpa memperpanjang dialog, Gus Dur langsung pamit. Kita bubar dengan benak yang campur-aduk, antara percaya dan tidak percaya dengan visi Gus Dur. Antara realitas dan idealitas, bahwa Gus Dur dengan sangat tegas di hadapan banyak kiai bahwa dialah yang akan jadi presiden. Terngiang-ngiang di telinga kami dengan seribu tanda tanya.
Menghitung peta politik, rasanya gak mungkin. Yang terkuat saat itu adalah PDIP yang punya calon mencorong Megawati putri presiden pertama RI yang menemukan momentnya. Kedua, masih ada Partai Golkar yang juga Akbar Tanjung siap jadi presiden. Di kelompok Islam modern ada Amien Rais yang juga layak jadi presiden, dan dia dianggap sebagian orang sebagai pelopor Reformasi.
Maka kami hanya berpikir bahwa, rasional gak rasional, percoyo gak percoyo ya percoyo aja apa yang disampaikan Gus Dur tadi. Juga tentang tamsil rumah tebakar tadi. Sebagian besar hadirin agak bingung walau mantuk-mantuk karena gak melihat korelasinya NU dengan jaringan luar negeri.
Sekitar 3 bulan kemudian, Subhanallah� safari ke luar ternyata Gus Dur benar-benar jadi Presiden. Dan Gus Dur juga benar-benar bersafari ke luar negeri seakan maniak plesiran. Semua negara yang disebutkan di PCNU Wonosobo itu benar-benar dikunjungi. Dan reaksi dalam negeri juga persis dugaan Gus Dur saat itu bahwa Gus Dur dianggap foya-foya, menghamburkan duit negara untuk plesiran. Yang dalam jangka waktu beberapa bulan sampai 170 kali lawatan. Luar biasa dengan fisik yang (maaf) begitu, demi untuk sebuah keutuhan NKRI.
Pernah suatu ketika Gus Dur lawatan ke Paris (kalau kami tahu maksudnya kenapa ke Paris). Dalam negeri, para pengamat politik dan politikus mengatakan kalau Gus Dur memakai aji mumpung. Mumpung jadi presiden pelesiran menikmati tempat-tempat indah dunia dengan fasilitas negara.
Apa jawab Gus Dur: �Biar saja, wong namanya wong ora mudeng atau ora seneng. Bagaimana bisa dibilang plesiran wong di Paris dan di Jakarta sama saja, gelap gak lihat apa-apa, koq dibilang plesiran. Biar saja, gitu aja koq repot!�
Masih sangat teringat bahwa pengamat politik yang paling miring mengomentrai lawatan Gus Dur sampai masa Gus Dur lengser adalah Alfian Andi Malarangeng, mantan Menpora. Tentu warga NU gak akan lupa sakit hatinya mendengar ulasan dia. Sekarang terimalah balasan dari Tuhan.
Satu-satunya pengamat politik yang fair melihat sikap Gus Dur, ini sekaligus sebagai apresiasi kami warga NU, adalah Hermawan Sulistyo, atau sering dipanggil Mas Kiki. terimakasih Mas Kiki.
Kembali ke topik. Ternyata orang yang paling mengenal sepak terjang Gus Dur adalah justru dari luar Islam sendiri. Kristen, Tionghoa, Hindu, Budha dll. mereka tahu apa yang akan dilakukan Gus Dur untuk NKRI ini. Negeri ini tetap utuh minus Timor Timur karena jasa Gus Dur. Beliau tanpa memikirkan kesehatan diri, tanpa memikirkan popularitas, berkejaran dengan sang waktu untuk mencegah kebakaran rumah besar Indonesia.
Dengan resiko dimusuhi dalam negeri, dihujat oleh separatis Islam dan golongan Islam lainnya, Gus Dur tidak perduli apapun demi NKRI tetap utuh. Diturunkan dari kursi presiden juga gak masalah bagi beliau walau dengan tuduhan yang dibuat-buat. Silakan dikroscek data ini. Lihat kembali keadaan beberapa tahun silam era reformasi baru berjalan, beliau sama sekali gak butuh gelar �Pahlawan"
--------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber: Nur Cholis via muslimoderat.com
http://www.gusdurfiles.com/2016/01/jika-saat-itu-presidennya-bukan-gus-dur.html?m=1
download file now
Subscribe to:
Posts (Atom)